USTDA Menyambut Indonesia Sebagai Mitra Ke-13-nya

USTDA Menyambut Indonesia Sebagai Mitra Ke-13-nya

USTDA Menyambut Indonesia Sebagai Mitra Ke-13-nya

Dayofcourage.org – Tubuh Perdagangan serta Pengembangan Amerika Sindikat( U. S. Trade and Development Biro ataupun USTDA) menyongsong Indonesia selaku kawan kerja ke- 13- nya dalam prakarsa Garis besar Procurement Initiative: Understanding Best Value, ataupun disingkat GPI per 3 Juni 2021.

Di dasar kemitraan ini, USTDA hendak melatih administratur logistik khalayak buat memperoleh angka terbanyak untuk kebutuhan pemodalan prasarana khalayak di Indonesia.

Bergabungnya Indonesia ke dalam GPI ditetapkan lewat penandatanganan catatan kesalingpahaman antara USTDA serta Badan Kebijaksanaan serta Logistik Benda atau Pelayanan Penguasa( LKPP).

USTDA Menyambut Indonesia Sebagai Mitra Ke-13-nya

” Kemitraan USTDA dengan Indonesia hendak mensupport usaha Indonesia dalam membenarkan logistik yang seimbang serta tembus pandang dan kenaikan energi saing global tender publiknya,” ucap Plt. Ketua USTDA Enoh T. Ebong dalam penjelasan tertulisnya yang diambil Jumat( 4 atau 6 atau 2021).

“ USTDA mempunyai asal usul kemitraan yang banyak dengan penguasa Indonesia, serta kita yakin kalau kegiatan serupa dalam logistik khalayak hendak menciptakan prasarana yang lebih bermutu serta kuat untuk warga Indonesia. Kita menantikan alih bentuk positif berkepanjangan yang hendak difasilitasi oleh GPI.”

Di dasar kemitraan ini, USTDA hendak mengetuai penataran pembibitan di Amerika Sindikat, Indonesia, serta dengan cara daring terpaut aplikasi terbaik global serta integrasi metodologi angka terbaik dalam logistik khalayak. Penataran pembibitan ini berkoordinasi dengan program Hukum Logistik Penguasa Fakultas Hukum George Washington University serta pegiat pakar AS yang mempunyai pengalaman logistik dalam rezim, zona swasta, serta pembelajaran besar yang ensiklopedis.

Baca Juga : Angkatan Udara AS Kecam Jet China

Penataran pembibitan ini hendak tingkatkan profesionalisasi daya kegiatan Indonesia serta pemakaian metodologi logistik yang seimbang, tembus pandang, serta bersumber pada angka.

Poin prioritas hendak melingkupi kemitraan antara penguasa serta zona swasta serta logistik zona khusus terpaut tenaga, dan teknologi data serta komunikasi.