Bakal Perangi ISIS AS Ajak Kerja Sama Taliban

Bakal Perangi ISIS AS Ajak Kerja Sama Taliban Taliban telah mengesampingkan pekerjaan serupa dengan Amerika Serikat (AS) untuk memerangi kelompok-kelompok militan Afghanistan. Ini mendahului negosiasi langsung pertama antara Taliban dan Amerika Serikat sejak Amerika Serikat menarik diri dari Taliban pada Agustus.

Bakal Perangi ISIS AS Ajak Kerja Sama Taliban

Dayofcourage – Suhail Shaheen, juru bicara politik Taliban, mengatakan kepada The Associated Press bahwa tidak akan ada pekerjaan serupa dengan Washington untuk mengejar keanggotaan kelompok Negara Islam yang semakin aktif di Afghanistan. ISIS bertanggung jawab atas banyak serangan, termasuk seorang pembom bunuh diri yang menewaskan 46 minoritas Syiah dan melukai puluhan lainnya saat salat di masjid.

Baca Juga : Jet Tempur Siluman F-35 AS Jatuhkan Bom Nuklir B61 Inert

Sejak kemunculannya di Afghanistan timur tahun lalu, ISIS tanpa henti menyerang kelompok minoritas Syiah di negara itu. 2014. ISIS dianggap sebagai ancaman terbesar bagi Amerika Serikat.

Pejabat Taliban dan perwakilan AS akan bertemu pada Sabtu dan Minggu di Doha, ibu kota Teluk Persia di Qatar. Para pejabat di kedua belah pihak mengatakan masalah ini juga menghambat evakuasi kelompok militan dan orang asing serta warga Afghanistan dari dalam negeri. Taliban menunjukkan fleksibilitas evakuasi.

Selama pembicaraan di Doha, para pejabat AS juga mengizinkan para pemimpin Taliban untuk mengizinkan orang Amerika dan orang asing lainnya meninggalkan Afghanistan, bersama dengan Afghanistan yang bekerja untuk militer AS, pemerintah, dan sekutu Afghanistan lainnya. Dia bilang dia akan meminta janji. pejabat AS.

Para pejabat tidak diizinkan untuk berbicara di depan umum tentang pertemuan itu, jadi mereka berbicara bersama dengan syarat anonim.

Baca Juga : Bank Sentral Amerika Kembali Tapering, Bikin Ekonomi Ambyar

Pemerintahan Biden telah mengajukan pertanyaan dan keluhan tentang lambatnya evakuasi yang dipromosikan AS dari Afghanistan yang dikuasai Taliban sejak penarikan AS.

Pertemuan akhir pekan ini di Doha adalah yang pertama sejak militer AS menarik diri dari Afghanistan pada akhir Agustus, mengakhiri kehadiran militernya selama 20 tahun dan kebangkitan kekuatan Taliban di negara itu. Amerika Serikat mengatakan pembicaraan itu bukan awal dari pengakuan.

Pendeta Syiah di Afghanistan menyerang penguasa Taliban setelah serangan hari Jumat dan mencari bantuan yang lebih besar di bidang ibadah mereka. Afiliasi ISIS telah mengklaim bertanggung jawab dan mengidentifikasi pembom sebagai Muslim Uighur. Serangan itu dikira menargetkan Syiah dan Taliban gara-gara mereka bersedia mengusir warga Uighur untuk memenuhi tuntutan China. Ini merupakan serangan paling mematikan sejak pasukan asing meninggalkan Afghanistan pada akhir Agustus.