Pengiriman Senjata Dibongkar Oleh Kapal Militer AS

Pengiriman Senjata Dibongkar Oleh Kapal Militer AS

Dayofcourage.org – Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) menggagalkan pengiriman ribuan senjata yang disembunyikan di di dalam sebuah kapal yang berlayar di Laut Arab. Pasokan senjata dianggap sangat mendukung grup untuk para pemberontak Houthi yang kini menguasai Yaman.

Seperti dilansir Associated Press, Senin (10/5/2021), seorang pejabat pertahanan AS mengatakan bahwa penyelidikan awal mendapati kapal selanjutnya berkunjung berasal dari Iran, yang lagi-lagi mengaitkan Iran dengan tindakan mempersenjatai pemberontak Houthi walau ada embargo senjata Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Misi Iran untuk PBB belum memberikan komentarnya. akantetapi, sebelumnya Iran lebih dari sekali telah menyangkal tuduhan karena mempersenjatai pemberontak Houthi.

Pengiriman senjata itu telah dibongkar kapal militer AS, dalam operasi di bagian utara Laut Arab dekat Oman dan Pakistan. AS mendapatkan sejumlah besar senjata beraneka type di atas sebuah kapal yang disebut oleh Angkatan Laut AS sebagai kapal dhow — kapal layar tradisional Timur Tengah — tak bernegara.

beragam senjata diantaranya senapan mesin,senjata serbu, sampai senapan untuk penembak jitu, itu ditemukan disembunyikan di bawah dek atau geladak kapal, dengan kebanyakan dibungkus plastik warna hijau.

Banyaknya senjata yang telah disita waktu Angkatan Laut Amerika Serikat meletakkannya dengan berjajar di geladak USS Monterey. Disebutkan bahwa Angkatan Laut AS mengambil alih nyaris 3.000 senapan serbu buatan China type 56, varian berasal dari Kalashnikov, lantas ratusan senapan mesin kelas berat dan senapan penembak jitu, termasuk puluhan rudal anti-tank buatan Rusia yang canggih. Terdapat termasuk ratusan peluncuran granat roket dan teropong untuk senjata-senjata tersebut.

Armada ke-5 Angkatan Laut AS yang berbasis di Timur Tengah tidak menyebut asal senjata-senjata itu maupun tujuannya. “Setelah seluruh kargo ilegal dipindahkan, dhow itu dinilai kelayakannya, dan setelah ditanyai, para awaknya diberi makanan dan minuman sebelum akan dilepaskan,” demikianlah pengakuan Armada ke-5 Angkatan Laut AS.

Namun seorang pejabat pertahanan AS, yang enggan disebut namanya, mengungkapkan bahwa senjata-senjata itu menyerupai senjata untuk pemberontak Houthi yang dulu disita sebelumnya.

Berdasarkan wawancara dengan awak kapal dan materi yang diselidiki di atas kapal itu, menurut pejabat pertahanan AS itu, Angkatan Laut AS menetapkan kapal itu berasal berasal dari Iran.

Penyitaan senjata ini berlangsung waktu AS dan negara-negara lainnya berusaha mengakhiri konflik di Yaman yang membawa dampak bencana kemanusiaan terburuk di dunia. Pengiriman persenjataan semacam ini, yang dideskripsikan cukup besar, membuktikan bahwa konflik tetap jauh berasal dari usai.

Dalam konflik Yaman yang dimulai September 2014, pemberontak Houthi menguasai ibu kota Sanaa dan berusaha menguasai wilayah strategis lainnya. Arab Saudi dengan sekutu Arabnya melaksanakan intervensi merasa Maret 2015 untuk mendukung pemerintahan Yaman yang didukung secara internasional. Sementara Iran diketahui mendukung pemberontak Houthi, yang sering melancarkan serangan rudal dan drone terhadap Saudi.

Sejak th. 2015, Dewan Keamanan PBB memberlakukan embargo senjata untuk pemberontak Houthi. Namun ahli PBB memperingatkan bahwa ‘semakin banyak bukti yang membuktikan bahwa individu atau entitas di Republik Islam Iran memasok sejumlah besar senjata dan komponen untuk Houthi’.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *