Biden Perintahkan Militer AS Serang ISIS-K Usai Bom di Kabul

Biden Perintahkan Militer AS Serang ISIS-K Usai Bom di Kabul – Presiden AS Joe Biden perintahkan komandan militer AS untuk mengembangkan rencana operasional untuk menyerang aset, kepemimpinan, dan sarana ISIS-K. Ini dilaporkan oleh Biden sebagai tanggapan atas serangan bom di dekat Bandara Kabul di Afghanistan.

Biden Perintahkan Militer AS Serang ISIS-K Usai Bom di Kabul

Dayofcourage – ISIS-K Biden mengacu pada ISIS-Khorasan, afiliasi ISIS di Pakistan dan Afghanistan. Khorasan sendiri termasuk lokasi di Afganistan.

“Kami akan merespons dengan keterampilan dan ketepatan waktu, di mana dan bagaimana kami memilih,” kata Biden dalam sebuah pernyataan dari Gedung Putih.

Baca Juga : Joe Biden Tepis Kritik Soal Kekacauan Evakuasi di Afghanistan

“Teroris ISIS ini tidak akan menang. Kami akan menyelamatkan Amerika. Kami akan melenyapkan sekutu Afghanistan, dan misi kami akan berlanjut,” kata presiden.

Dia menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak akan terancam oleh serangan bom di Bandara Kabul.

Biden bahkan menunjukkan bahwa jika militer AS membutuhkan mereka, dia akan memberikan pasukan tambahan di Afghanistan. Dia melewatkan pintu terbuka untuk perlindungan militer lebih lanjut di Afghanistan.

“Saya udah menginstruksikan kepada KSAD apa pun yang mereka butuhkan kapabilitas tambahan. Saya dapat memberikan mereka, tetapi seluruh pasukan dari Kepala Staf Gabungan, Kepala Staf Gabungan, dan Panglima dapat memberi saya. Saya menghubungi mereka satu cara, menyatakan bahwa mereka mempertahankan misi mereka seperti yang dirancang.”

Pada hari Selasa, Biden mengatakan Amerika Serikat masih bekerja untuk merampungkan evakuasi hawa di Afghanistan sampai 31 Agustus 2021. Saat itu, ia tidak lagi berniat untuk mempertahankan pasukan AS di Afghanistan. Namun, situasinya bisa berubah setelah serangan bom.

Biden memperingatkan orang yang bertanggung jawab atas serangan di Bandara Kabul. Dia mengatakan dia akan memburu pihak di balik serangan itu.

Baca Juga : Komite I DPD RI Minta Jokowi Reshuffle Kabinet

“Ketahuilah ini kepada mereka yang sudah lakukan serangan ini, dan yang dambakan menyakiti Amerika: kami tidak memaafkan. Kami tidak akan melupakan. Kami akan memburu Anda dan memberikannya kepada Anda. Saya akan membiarkan Anda membayarnya, “Kata Biden di White.

Para pejabat AS percaya bahwa kelompok ISIS-K mungkin berada di balik serangan itu. Tapi mereka masih bekerja untuk mengkonfirmasi keterlibatannya.

Pejabat kementerian kesehatan Afghanistan mengatakan puluhan korban tewas dan sedikitnya 140 terluka pada saat itu.

Jenderal Kenneth “Frank” Mackenzie, kepala Komando Pusat AS, mengatakan serangan di Bandara Kabul menewaskan 12 personel militer AS dan melukai 15 lainnya. “Itu adalah hari yang berat,” katanya.

ISIS mengklaim bahwa itu menyebabkan serangan bom mematikan di Bandara Kabul.